Sunday, January 1, 2012

Repvblik

Repvblik merupakan sebuah grup musik asal Bogor. Band yang resmi terbentuk 24 Maret 2004 dan bermarkas di kota Bogor ini mempunyai 6 orang anggota yaitu Ruri (vokal), Hexa (rhythm gitar), Lafi Hariyatulafian (bass), Tyar (keyboard, backing vocal), Chiel (drum), dan Ei (lead gitar).
Awalnya setiap memiliki band dan bersaing pada setiap festival yang dihelat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Kemudian mereka berkumpul lantaran band masing-masing dilanda kevakuman. Mereka pun saling bersinergi dengan sebuah jiwa nasionalisme, anak-anak muda yang masih bertatus mahasiswa ini mengusung nama REPVBLIK.
Album pertama mereka ialah Punya Arti dirilis pada awal tahun 2007 dengan hits single “Hanya Ingin Kau Tahu”. Kesuksesan album ini membuat mereka berani merilis album repackage bertajuk Arti Baru. Dalam album kedua ini, mereka memasukkan 2 lagu baru, yaitu "Buatku Abadi" (yang juga menjadi lagu hit pertama dari album ini) dan "Sudah Cukup".Menjelang bulan ramadhan 1428 H (2007 M), Repvblik ikut menyemarakkan dengan mengeluarkan album religi Hidupku Di Jalanku (2007) dengan 6 track andalan.

Friday, July 15, 2011

Sejarah dan asal usul Gitar

Sebelum kita tahu dan bisa bermain gitar tidak ada salahnya kita mengerti dulu tentang sejarah alat musik gitar ini, karena dengan kita mengenalnya bukankah kita lebih bisa mencintainya ?? 

inilah secuil tentang sejarah gitar 

Dari Babilonia hingga Senar Enam 
Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda. 

Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele. 

Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima. 

Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick. 

Four Course 
Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course
Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Vihuela De Mano
Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana. 

Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.

Masuknya Gitar di Indonesia 
Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17. Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong. 


Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu : 
1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.  

Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air. 

Gitar Elektrik 
Di zaman modern, orang mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkanya berbeda dengan bunyi gitar klasik.Gitar listrik pertama kali dibuat pada 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar Spanyol tradisional. 

Setelah itu, perkembangannya terus berlanjut. Ide yang mempercepat perkembangannya diawali dari sering diadakannya konser-konser dengan jumlah penonton yang banyak; sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak-teriak riuh. 

Produsen gitar bermunculan di mana-mana. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Selain itu, media-media juga mempublikasikan pemain-pemain gitar hebat melalui mejalah bergengsi seperti Guitar Player. Kini, komponen-komponen pada gitar listrik, seperti bridge/tremolo, pick-up, juga senar, bahkan diproduksi terpisah dari produser gitar. 

Ada pula hal-hal yang nyentrik dalam perkembangan gitar seperti gitar bersenar tujuh yang dipopulerkan oleh Steve Vai di tahun 1989. Ide ini datang saat ia bergabung dengan David Lee Roth Band pada tahun 1985, menggarap album Crazy from the Heat. Ia memutuskan demikian karena sang bassis, Billy Sheehan, sering menyetel bassnya dengan formasi lain bernama Drop D Tuning (dari atas ke bawah: D-A-D-G, umumnya E-A-D-G). Bekerjasama dengan Ibanez tahun 1987, akhirnya lahirlah gitar pertama bersenar tujuh, dengan dawai teratas, alias ketujuh, bernada B. Gitar ini dinamakan The Universe-7 String. Vai juga memiliki gitar dengan neck yang berlawanan (menghadap ke kiri dan kanan), untuk membuktikan kemampuannya bermain kidal. 

Sementara itu, Eddie van Halen, menjadi pelopor dalam penggunaan whammy bar up-down yang kemudian dikenal sebagai Floyd Rose tremolo/bridge. Inovasi ini lengkap dengan pengunci senar pada bagian nut gitar. Sistem ini dikenal sebagai locking nut tremolo system. 

Eddie mengembangkan sistem tremolo yang sudah ada sebelumnya. Yaitu tremolo yang hanya bisa ditekan down atau turun (menghasilkan nada yang lebih rendah). Sistem lama ini dikembangkan oleh pabrik Fender dan terpasang sebagai perlengkapan standar pada model Stratocaster. Inovasi ini terpikir olehnya pada sekitar tahun 1976. Saat itu para gitaris hebat seperti Ritchie Blackmore dan Jimmy Page sering mengalami masalah pada tuning gitar mereka. Karena mereka sering mem-bending senar terlalu banyak untuk menghasilkan suara yang 1½ nada lebih tinggi. Akibatnya senar jadi kendor dan tentunya nadanya juga jadi fals. Dengan locking nut tremolo system, senar dikunci di bagian nut gitar agar tidak bergeser ketegangannya. 

Sedikit tambahan, pada tahun 1991 juga pernah dibuat gitar yang paling besar di Amerika Serikat, tepatnya di Indiana. Bayangkan, panjangnya sampai11 meter, hampir sama panjang dengan dua buah mobil limosin! Gitar ini membutuhkan 6 orang untuk memainkannya. 

sumber: berbagai sumber

Tuesday, June 14, 2011

Perkembangan Musik Anak Usia 2 – 3 Tahun

Ketika anak-anak mulai belajar untuk memahami hubungan antara kata-kata dengan maknanya, orang dewasa dapat menyediakan hal-hal menyenangkan dan latihan-latihan mendidik yang akan memperkuat pemahaman mereka. Perkenalkanlah frase-frase musikal atau lagu-lagu singkat disertai gerakan.

Ames (1970, p. 85), 
“Pada usia 21 bulan, kata “atas” dan “bawah” merupakan bagian dari kata-kata favorit anak.”

Selama periode preschool, kita sebaiknya mengakomodasi ritme tubuh anak-anak daripada memaksa anak-anak untuk mengikuti beat yang diperdengarkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pertama kali mengamati dan mendengarkan secara penuh perhatian ketika mereka bertepuk tangan, berjalan, berlari, melompat, berputar, menjinjit, dan sejenisnya, kemudian sediakan hal-hal pendukung yang dapat disesuaiikan dengan ritme tubuh mereka sendiri.

Mereka memilih sendiri jumlah ketukan mereka. Mereka menyukai lagu-lagu lucu, bereksperimen dengan pelbagai instrumen musik walaupun belum cukup mampu untuk secara rutin bermain musik dalam waktu pendek sekalipun. Perkenalkan banyak instrumen musik, mulai dari suara, bentuk, dan namanya, sehingga anak-anak lama kelamaan mampu membedakan suara-suara instrumen tanpa harus melihat. Perkenalkan juga bagaimana cara memproduksi efek suara-suara tertentu yang sering didengar sehari-hari dalam lagu-lagu, cerita, atau permainan bersama mereka.

Konsep yang minimal dikuasai : 
Atas – bawah, Berputar : naik-turun, terbang, tikus mengendap, lompat, bouncing, berayun, rocking, berputar berkeliling.

Perkembangan Musik Anak Usia 3 – 4 Tahun
Menikmati permainan dalam bentuk nyanyian dan warna instrumen musik (untuk seterusnya memerlukan eksplorasi, ekspreimen, dan memanipulasinya). Suka mendengarkan cerita, bahkan menyimaknya agar dapat diceritakan kembali. Sudah cukup mampu memainkan instrumen musik dalam waktu lebih lama.

Anak-anak mulai mampu beradaptasi dan mengendalikan respons rhytmic mereka – sementara menggerakkan tubuh mereka dalam pola rhytmic yang diminta atau sambil memainkan instrumen musik. Perkenalkan secara rutin ritme dan melodi instrumen untuk meningkatkan aktivitas musik mereka. Bermain musik bersama (ensemble) teman-teman lebih disukai daripada bermain solo.

Konsep yang minimal dikuasai :
Angka dan warna dalam musik, perbedaan titi nada, mengulang-ulang melodi, pola irama, staccato singing & playing.

Perkembangan Musik Anak Usia 4 – 7 Tahun
Menikmati aktivitas musik dapat menghasilkan keseimbangan lahir dan bathin. Mereka suka mendramatisasi lagu-lagu, cerita, dan puisi. Mereka senang mendengar cerita tentang musik, dan bermain peran dalam drama musikal. suka berbicara hal-hal ‘tinggi’, sangat menyukai kalender (almanak), dan hampir dapat menyebutkan nama hari dalam seminggu. Mereka menyukai jam juga, walalupun belum dapat menyebutkan waktunya. Hampir sangat dapat beradaptasi dengan bunyi kata-kata dan membentuk matematika komputasi. Berminat terhadap lingkungan sekitar dan komunitas bermainnya, juga lingkungan tempat orang-orang dikenalnya berada. Tidak terlalu berminat terhadap lingkungan yang jarang dikunjungi. Sudah lebih gampang dan siap untuk bermain dalam kelompok lebih besar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • Jangan terlalu sering menggunakan lagu bernada tinggi.
  • Rhythm dan melody instruments harus terbuat dari bahan yang berkualitas baik dan bersuara bagus.
Konsep yang harus dikuasai :
Memperkenalkan notasi musik melalui permainan matematika. Konsep dan terminologi musik, seperti lembut dan keras, nada tinggi dan rendah, beat teratur dan tidak teratur, datar dan tidak datar, dapat menjadi bagian dari kosa kata dan pemahaman anak-anak dalam nyanyian, gerakan, bermain alat musik, mencipta lagu, puisi, dan gerakan. Ketika anak-anak belajar menyanyi, mereka harus diberi kesempatan untuk melatih tangga nada suara mereka. Latihan dan kematangan belajar akan menolong untuk mengetahui tangga nada suara mereka sesungguhnya.

Perkembangan Musik Anak Usia 7 Tahun
Boleh saja melakukan kegiatan yang dilakukan untuk anak usia 4 – 7 tahun, namun lebih sering langsung bereksplorasi dengan alat musik untuk permainan yang lebih serius dan menuntut konsentrasi.

Sumber:
Buku “MUSIC: A Way of Life for The Young Child”, Bayless and Ramsey.
Buku “Teaching Music in Today´s Secondary Schools”, Bessom, Tatarunis, and Forcucci, 1980 .

repost : http://dwiafrianti.wordpress.com/

Tuesday, May 17, 2011

Aku di Sini Bukan untuk Walnut


Para filsuf berkata, “Kami suka musik karena ia mirip suara-suara bulat penyatuan. Sebelumnya kami merupakan bagian dari sebuah harmoni, sehingga saat-saat treble dan bass dibunyikan membawa ingatan kami kepadanya. Tapi bagaimana hal itu dapat terjadi di dalam tubuh padat yang penuh dengan lupa, keraguan, dan duka? Hanya akan seperti air yang mengalir dalam tubuh kita. Memang akan menjadi lebih asam dan lebih pahit, tapi tetap sebagai urin yang membendung kualitas air".
 
Itu akan memadamkan api!
 
Jadi, ada musik itu yang mengalir melalui tubuh-tubuh kita yang akan mencari-cari kegelisahan jiwa.
 
Mendengar suara, kita mengumpulkan kekuatan. Cinta menyala dengan melodi. Kepada pecinta, musik memberikan ketenangan dan menyediakan bentuk imajinasi. Musik bernafas pada api diri, dan membuat kita menjadi lebih peka.
 
Genangan air ini sungguh-sungguh dalam.
 
Seorang manusia haus memanjat sebuah pohon walnut untuk ke kolam renang dan melemparkan satu persatu walnut ke air. Begitu seksama, dia mendengarkan suara yang berdentum dan mengamati balon-balon yang muncul dari dentuman itu.
 
Seorang manusia yang lebih rasional berkata, “Kau akan menyesal melakukan ini. Begitu jauh kau dari air tempat walnut-walnut kau lemparkan. Begitu kau turun, air akan membawa mereka jauh.”
 
Seorang filsuf menjawab, “Aku di sini bukan untuk walnut, aku menginginkan musik yang ditimbulkan oleh walnut yang kulemparkan ke dalam air.”
 
The Book of Love oleh Jalaluddin Rumi. Terjemahan ke Inggris oleh Coleman Barks.

Thursday, March 24, 2011

Andra and The BackBone

Andra & The Backbone merupakan salah satu grup musik dari Indonesia. Anggotanya berjumlah tiga orang yaitu Dedy, Stevie, dan Andra Junaidi. Grup musik ini dibentuk pada tahun 2007. Lagu utamanya ialah Musnah yang dipopulerkan ulang oleh Mulan Jameela. Album pertamanya ialah Andra & The Backbone, dirilis tahun 2007. Hits lain dari album ini adalah Sempurna yang dipopulerkan ulang oleh Gita Gutawa, serta hits lainnya adalah Lagi Dan Lagi, Dan Tidurlah, Terdalam, Perih, serta Dengarkan Aku.

Salah satu anggotanya, Andra Junaidi, sekarang juga adalah seorang pendiri dan anggota dari grup band Indonesia yang terkenal Dewa 19.